Ada beberapa cara untuk menanggulangi hoax diantaranya menurut

Nukman Luthfi dengan meningkatkan literasi media dan literasi media social. (dikutip dari kompas.com) Senada dengan hal diatas Kristiono (Ketua Umum Mastel) menegaskan pentingnya literasi dalam membentuk pemahaman masyarakat ketika menerima hoax, bagaimana cara mereka menghadapi berita palsu yang diterima. (dikutip dari kumparan.com). Selanjutnya menurut Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Kantornya, Kamis (9/2/2017) hoax bisa ditanggulangi dengaan istilah “swasensor” Swasensor adalah bagian dari literasi media di mana pengguna media sosial alias netizen harus selektif memilah mana

informasi yang bohong dan yang benar. Swasensor diharapkan menjadi salah satu solusi untuk menangkal fenomena berita bohong alias ‘hoax’ di media sosial. Ia mengatakan, netizen seharusnya memiliki filter untuk tidak langsung percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial. (dikutip dari kompas.com). hal ini juga diperkuat oleh penelitian Atik Astrini (2017) bahwa para produsen hoax menjadi bukti nyata tersingkirnya nurani dan akal sehat karena dikalahkan oleh motif menjadi kaya dengan cepat dan mudah meskipun harus menghalalkan segala cara.

Disisi lain untuk memanggulangi fenomena hoax yang sedang terjadi pemerintah telah membentuk Badan Siber Nasional. Lembaga baru itu bertugas melacak sumber kabar hoax dan melindungi situs pemerintah dari serangan peretas. Badan Siber institusi negara dari serangan peretas, kata Jurubicara Presiden, Johan Budi, (dikutip dari tribunnews.com). Menteri Koordinator bidang Keamanan dan Politik, Wiranto, mengatakan langkah itu diperlukan untuk memerangi banjirnya berita palsu di intenet yang ikut mengkampanyekan kebencian. Disamping itu Pemerintah juga sedang mengupayakan percepatan penangan hoax, diantaranya melalui penangan hoax dimedia social salah satunya facebook, hal ini diungkapkan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, pada Selasa (31/1/2017). Menurut Rudiantara bahwa perlu ada kerja sama yang lebih intens agar penanganannya hoaxs bisa lebih cepat. Selain menjalin kerja sama dengan Facebook, Kemenkominfo juga berkoordinasi dengan komunitas masyarakat dan lembaga keagamaan seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rudiantara berharap komunitas dan lembaga keagamaan bisa berperan mengedukasi masyarakat agar lebih cermat dalam memilah berita-berita yang beredar di media sosial.

Apabila menjumpai informasi hoax, bagaimana cara mencegahnya supaya tidak merugikan orang banyak? Pengguna internet bisa melaporkan hoax tersebut melalui sarana yang tersedia di masing-masing media. Untuk Facebook, gunakan fitur Report Status dan kategorikan informasi hoax sebagai hatespeech/harrasment/rude/threatening, atau kategori lain yang sesuai. Jika ada banyak aduan dari netizen, biasanya Facebook akan menghapus status tersebut. Untuk Google, bisa menggunakan fitur feedback untuk melaporkan situs dari

hasil pencarian apabila mengandung informasi palsu. Twitter memiliki fitur Report Tweet untuk melaporkan twit yang negatif, demikian juga dengan Instagram. Pengguna internet dapat mengadukan konten negatif ke Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan melayangkan e-mail ke alamat aduankonten@mail.kominfo.go.id.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here